SELAMAT DATANG DI INFO PERKEMBANGAN MUSIK INDONESIA

Minggu, 21 Maret 2010

Konser Rock Mengenang 100 Hari Ucok AKA

Untuk mengenang 100 hari meninggalnya musisi Ucok Harahap, Unit Pelaksana Teknis Balai Pemuda Surabaya dan Dewan Kesenian Surabaya, Jawa Timur, menggelar pertunjukkan musik rock pada Selasa besok. Pertunjukkan yang akan berlangsung nonstop di halaman Balai Pemuda mulai pukul 13.50 - 23.00 WIB tersebut menampilkan 20 grup band beraliran cadas asal Jawa Timur.

Sekretaris II Dewan Kesenian Surabaya Farid Syamlan mengatakan, sebagian penampil nantinya akan menyanyikan beberapa lagu Ucok bersama grup AKA yang pernah hits di era 60 - 70an. "Pertunjukkan ini memang kami dedikasikan kepada almarhum yang memulai kariernya dari Surabaya," kata Farid.

Selain konser musik, Dewan Kesenian Surabaya juga akan memberikan apresiasi berupa lukisan Ucok di atas kanvas. Lukisan karya seniman Dewan Kesenian Surabaya tersebut akan dimintakan tanda tangan kepada para tamu dan undangan yang hadir. "Selanjutnya lukisan itu kami serahkan pada keluarga Ucok,” Farid menambahkan.

Pengamat musik Surabaya Solikin Jabar menyatakan, sebagai musisi lelaki yang meninggal pada 3 Desember 2009 itu belum tergantikan hingga saat ini. Ucok tak hanya menghibur penggemarnya lewat lagu-lagunya saja, tapi juga aksi teatrikalnya di atas panggung.

Misalnya, saat menyanyi di Gelora 10 Nopember Surabaya pada awal 70-an, tutur Solikin, Ucok tampil dengan tubuh diikat di roda pedati. "Dia menyanyi sambil roda pedatinya digelindingkan, tapi suaranya tetap stabil.”

Deep Purple Bakal Goyang Malaysia 16 Mei

Band rock legendaris asal Inggris, Deep Purple, bakal tampil di Genting Arena of Stars, Malaysia, pada 16 Mei. Penampilan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur Deep Purple ke Asia dan Australia.

Konser di Malaysia dipromotori ZI Production Sdn Bhd bersama Resort World Genting dan Genting Worldcard. Deep Purple sempat beberapa kali ke Malaysia termasuk pada 2001 saat tampil di Sirkuit Sepang dan pada 1999 ketika menghipnotis massa di Stadion Shah Alam.

Dibentuk pada 1968, saat ini Deep Purple digawangi pemain keyboard Don Airey, 61 tahun; vokalis Ian Gillan, 64 tahun; pembetot bas Roger Glover, 64 tahun; gitaris Steve Morse, 55 tahun; dan penggebuk drum Ian Paice, 61 tahun.

Dengan penjualan melebihi 100 juta album dan dianggap sebagai salah satu band terhebat beraliran hard rock, Deep Purple dikabarkan siap kembali menggoyang Malaysia.

Deep Purple pertama kali tampil di Malaysia pada 1982 di Kuala Lumpur. Pada konser di Genting Arena of Stars, Deep Purple diperkirakan membawakan lagu-lagu terpopuler mereka seperti Highway Star, Space Truckin, Lazy, Black Night, Hush, dan rock-anthem mereka Smoke on the Water.

Tiket untuk konser Deep Purple dipatok seharga 168 sampai 468 ringgit Malaysia (Rp 467 ribu sampai Rp 1,3 juta).

Ras Muhammad Makin Go International

Penyanyi reggae Ras Muhammad semakin go international. Setelah tampil di Norwegia dan Belanda dalam mempromosikan album Next Chapter yang dirilis pada Agustus tahun lalu, Ras bakal manggung di Singapura pada Sabtu lusa.

Ia diundang bernyanyi oleh Made in Asia (MIA) dalam acara bertajuk Mosaic Music Festival 2010 di gedung Esplanade, Singapura. “Saya akan tampil di ruangan berkapasitas 500 orang,” kata Ras saat dihubungi siang tadi.

Ras merasa terhormat diundang tampil di Esplanade. Sebab, Made In Asia hanya mengundang artis di Asia yang dianggap punya kapasitas. Karena itulah, Ras benar-benar mempersiapkan penampilannya dengan latihan setiap hari selama berjam-jam. Ia juga membawa delapan kru untuk mendukung penampilannya.

Musisi yang meraih penghargaan artis pendatang terbaru terbaik versi majalah Rolling Stones Indonesia pada 2008 dan komposisi terbaik Anugerah Musik Indonesia pada tahun yang sama ini akan membawakan tujuh lagu, sebagian besar dari album Next Chapter. “Sebagai lagu pembuka, saya akan membawakan Indonesia Pusaka,” ujarnya.

Kebanggaan terhadap Indonesia memang sering ditunjukkan Ras. Buktinya, ia akan mengenakan batik selama pertunjukan. “Batik jadi kostum wajib saya. (Batik) menunjukkan sisi nasionalisme kita,” katanya.

Langkah Ras tak berhenti sampai di Singapura. Ia berencana tampil lagi di Norwegia dalam Mila Festival, akhir Juli atau awal Agustus mendatang. “Doakan saja saya makin mampu go international,” ujarnya.

Konser Nostalgia Daniel Sahuleka

Daniel Sahuleka tampil memukau dalam pertunjukan musik yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta semalam. Konser malam itu merupakan ajang nostalgia bagi Daniel dengan para penggemarnya di Indonesia . Acara ini dibuka oleh penampilan dari komunitas Taman Suropati Chamber dan siswa-siswa Sekolah Luar Biasa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Sebelum konser dimulai, panitia memutarkan video dokumenter tentang kehidupan para pengamen cilik di Jakarta. Manajer Daniel Sahuleka Johny William Maukar mengatakan, pemutaran video itu bertujuan untuk menggugah hati nurani para penonton, ternyata para pengamen-pengamen cilik inilah yang menjadi salah satu sumber inspirasi kehidupan Daniel Sahuleka.

Konsep acara malam itu, tutur Johny, ingin memperlihatkan sudut-sudut yang tersembunyi di dalam diri Daniel, sehingga ia bisa tampil secara utuh. "Kami ingin menampilkan Daniel apa adanya. Ya, inilah Daniel," katanya. Dan konser itu sendiri dilatarbelakangi oleh keinginan Daniel untuk melepas rindu dengan para penggemarnya di Indonesia, khususnya Jakarta.

Dalam konser sepanjang sekitar dua jam itu, Daniel membawakan sekitar 20 lagu. Tembang-tembang itu, antara lain, Jakarta, The Sunflight, The Rain, Judy, You Make My World So Colourful, dan lagu yang menjadi hits di Indonesia: Don’t Sleep Away The Night. Selain itu, Daniel juga membawakan satu lagu Maluku, Beta Berlayar, sebagai lagu penutup. "Nikmati lagu saya, jangan tegang, rileks saja," ujar Daniel dari atas panggung.

Boleh dibilang, penampilan Daniel malam itu sangat total dan memukau. Daniel, yang dikenal akrab dengan penonton, tak sungkan menyapa atau berinteraksi dengan penonton. Ia juga memberikan kesempatan kepada para penggemarnya untuk request lagu di saat pertunjukan itu sedang berlangsung.

Ditemui setelah konser, Daniel bercerita bahwa awalnya ia datang ke Indonesia karena diundang oleh komunitas musik di Jakarta untuk menjadi pembicara dalam sebuah seminar. Karena ia rindu dengan penggemarnya yang cukup banyak di sini, ia pun kemudian membuat konser untuk berjumpa dengan para penggemarnya itu. "Saya sudah lama ingin menggelar konser di Gedung Kesenian Jakarta. Gedungnya bagus, hampir sama dengan arsitektur di Belanda," katanya."

Selama di Jakarta, Daniel suka jalan-jalan di pagi hari menyususri jalanan Ibu Kota. Ia acap berinteraksi dengan orang-orang yang ditemuinya, dari anak-anak jalanan, pedagang kaki lima, sopir taksi, dan siapa saja. "Mereka juga punya kehidupan, dan kita bisa belajar dari mereka," ujar Daniel, yang juga akan menggelar konser di Bandung, Jawa Barat, pekan depan sebelum ia kembali ke Belanda.

ST12 Siap Tampil di Makassar, Parepare, dan Polmas

SETELAH hadir memeriahkan HUT ke-402 Kota Makassar beberapa waktu lalu, kelompok musik ST12 kembali hadir di Makassar. Kali ini, mereka akan tampil di Zona Cafe Makassar, 24 Maret nanti.

Charlie dan kawan-kawan akan menyuguhkan lagu-lagu teranyar kepada penggemarnya di Makassar. Penonton bisa menikmati lagu-lagu ST12 karena kebanyakan lagu mereka memang sudah sangat familiar di telinga penggemarnya.
Belum lama ini ST12 berhasil memboyong penghargaan Band Terdahsyat versi Dahsyatnya Awards 2010 RCTI. Namun, menurut Charlie, piala tersebut tak hanya milik ST12, tapi milik ST setia.
"Ini piala untuk semua. Ini adalah suatu support dari ST setia (fans ST 12), support buat musisi yang lain," terang Charlie sambil memegang erat pialanya, seusai menerima penghargaan itu.
Lebih lanjut Charlie mengungkapkan bahwa piala ini memberikan semangat tambahan bagi ST 12 dalam berkarya. Mereka akan terus berkarya untuk penggemarnya.
"Buat kita biar tambah semangat lagi. Semua band di Indonesia adalah band yang luar biasa. Terima kasih ST12 sudah dikasih kesempatan," katanya.
Keberhasilan ST12 ini memupuskan harapan band-band besar lainnya,seperti d'Masiv, Kangen Band, Kotak, Nidji, Ungu, dan Wali Band.(tb)

Shakira dan Alicia Keys Ramaikan Konser Piala Dunia 2010

Musisi beken Shakira, John Legend, dan The Black Eyed Peas termasuk di antara penampil yang akan meramaikan konser yang akan membuka Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Di antara penampil yang akan meramaikan termasuk penyanyi Abang Sam Alicia Keys dan Angelique Kidjo. Semua penampil itu akan memanaskan pentas konser yang akan digelar di Stadion Orlandi pada 10 Juni, sehari sebelum laga PD 2010 dimulai.

“Kami bangga akan bisa menyaksikkan sebuah konser dalam suasana akbar dan penampil yang beken untuk membuka Piala Dunia 2010 di Afrika,” sebut Sekretaris Jenderal FIFA Jermoe Valcke, Kamis (18/3).

“Ini adalah wasiat universal dan kekuatan persatuan dari sepak bola dan musik. Ini akan membuka kompetisi dengan catatan yang bagik, sebuah selebrasi,” terang Valcke.

Konser diorganisir produser peraih penghargaan Emmy Kevin Wall, yang juga pernah menggelar konser Live Earth pada 2007. “Kami percaya olahraga dan musik bisa mentransendenkan budaya, bahasa, dan halangan geografis. Melalui konser selebrasi Piala Dunia 2010, kami akan mempersembahkan pemandangan dan suara kesatuan dan selebrasi pengalaman yang tak terlupakan,” kata Wall.

Artis lain yang akan tampil dalam konser termasuk duo penyanyi Mali Amadou & Miriam, band tuan rumah Parlotones, dan musisi asal Kolombia Juanes.

"Geisha" Gemakan Romantisme di Makassar

Grup musik Geisha menggemakan romantisme melalui konser kedua kalinya bertajuk "Anugerah Terindah" di Kafe Liquid di Makassar, Sabtu, lewat suguhan karakter vokal yang kuat Momo, sang vokalis.

Penampilan grup musik yang digawangi Momo, Roby (gitar) Aan (drum) Amek (keyboard) dan Bernard (bass) dibuka dramatis dengan olah vokal Momo dan permainan keyboard Amek lengkap efek asap dan pencahayaan.

Dalam penampilannya, para pengunjung tidak henti-hentinya memasang kamera telepon genggam untuk mengabadikan grup musik yang berdiri pada Desember 2003 itu.

Para pengunjung yang membeli harga tiket masuk seharga Rp100 ribu ini hampir tidak beranjak dari depan panggung sehingga area penuh sesak oleh ratusan penggemar grup ini.

Meski grup ini kurang berinteraksi dengan penonton, namun mereka menutupinya dengan kualitas musik mereka yang beraliran "art rock progressive" ini dengan sangat mudah dicerna.

Hingga tahun kedua sejak peluncuran album perdananya "Anugerah Terindah", finalis A Mild Live Wanted 2007 ini baru mempromosikan dua lagu andalan Jika Cinta Dia" dan "Takkan Pernah Ada".

Kedua lagu inilah yang ditunggu-tungu para penonton, terlihat dari reaksi penonton ketika band yang berada di bawah label Musica Studio ini meyuguhkan "Takkan Pernah Ada" dengan intro yang panjang dan dramatis sebagai lagu kelimanya.

Geisha tampil hampir lebih dari satu jam dan menutup penampilannya dengan lagu andalan perdananya "Jika Cinta Dia" di mana penonton ikut menyanyikannya.

Momo menyatakan, konser kali keduanya di Makassar ini juga adalah anugerah terindah bagi dirinya, begitu juga dengan penghargaan yang diberikan oleh penggemarnya di Makassar.